Rabu, 03 Oktober 2012
Senin, 10 September 2012
Pengalaman Koperasi yang Asing
Koperasi merupakan sebuah program ekonomi Indonesia yang unik. Sebuah program yang kini dianggap sebagai sebuah program perekonomian yang memiliki cita-cita yang dianggap mustahil....
begitu pengalaman yang ku dapat ketika aku hadir sebagai salah satu finalis di perlombaan Karya Tulis Ilmiah tingkat provinsi Banten.
sebuah statement yang aneh..... kata-kata yang diucapkan oleh salah satu dewan juri pada saat perlombaan Duta koperasi (sebelum presentasi KTI dimulai).
seorang dewan juri berinisial "F" kurang lebih mengungkapkan, bahwa mensejahterakan anggota sebagai tujuan koperasi adalah sesuatu yang mengawang-awang, dalam kata lain mustahil"
begitu pengalaman yang ku dapat ketika aku hadir sebagai salah satu finalis di perlombaan Karya Tulis Ilmiah tingkat provinsi Banten.
sebuah statement yang aneh..... kata-kata yang diucapkan oleh salah satu dewan juri pada saat perlombaan Duta koperasi (sebelum presentasi KTI dimulai).
seorang dewan juri berinisial "F" kurang lebih mengungkapkan, bahwa mensejahterakan anggota sebagai tujuan koperasi adalah sesuatu yang mengawang-awang, dalam kata lain mustahil"
Selasa, 04 September 2012
Tuhan Maafkan Aku (Dia Bercinta di Depan_ku)
Label intelektual ternyata bukan baju utama manusia dalam menjalani sebuah kehidupan. Aku ingin berbagi sebuah pengalaman dengan kalian wahai para gembel mahasiswa....!!!
Sekitar satu minggu yang lalu aku bersama kawan-kawanku diminta untuk mengisi sebuah acara di sebuah sekolah. Momentum ini ingin aku perkenalkan pada salah satu kaderku, sebagai sebuah wujud nyata dunia pendidikan dan pergerakan mahasiswa yang peduli terhadap perkembangan daya nalar siswa.
Maksud ini pun disambut baik oleh beliau, walaupun terjadi perubahan jadwal. Hingga akhirnya aku harus membuat orang tuanya mengizinkan beliau untuk dapat pulang malam atau menginap. Syukur alhamdulillah orang tuanya mengapresiasi baik, hingga izin pun saya dapatkan.
Dia datang bersama seseorang yang dikatakannya adalah kawannya, karena ini adalah kegiatan positif, mengapa aku harus melarangnya???
Sebuah kebanggaan tersendiri bagiku dapat mengajak seorang yang aku anggap bukan siapa-siapa lagi dalam hidupku, artinya dia bukanlah orang lain dalam hidupku. Sangat mudah mendapatkan kepercayan dariku, namun cukup sulit untuk mengembalikannya.
Malam itu memang suasana lumayan dingin, namun aku berusaha menunjukkan bahwa semangat dapat selalu menghangatkan suasana. Semakin larut semakin dingin, kawan-kawanku beranjak tidur.
Aku pun mengikuti itu. Namun sedetik sebelum aku mengejapkan mata "aku melihat dia berciuman".... WAW... kaget aku dibuatnya.......!!!!
Sekitar sepuluh orang ada di ruangan itu, dan mereka tetap berciuman..?????
Aku tetap diam, pura-pura tak tahu.... berharap mereka tahu situasi dan keadaan.
Pura-pura tidur pun aku lanjutkan. Namun kejadian itu membuatku tak bisa diam di tempat. aku pergi keluar, karena sudah pagi. Waktu itu sekitar pukul 4... aku bermain badminton dengan salah satu kawanku.
Usai itu, aku kebali ke ruangan..... AKU MELIHAT MEREKA BERPELUKAN SAMBIL (........), entahlah, aku tersentak... namun masih berpura-pura tak melihat itu semua.
Pukul 6 aku antar mereka pulang, aku kembalikan dia kepada orang tuanya.
"aku hanya dapat tersenyum sepanjang jalan, terbukti sendiri di depan mataku bahwa KRISIS MORAL DAN ETIKA memang benar-benar terjadi. Tidak memandang banyaknya orang, tidak melihat situasi keberadaan, mereka tetap bercinta"
Tuhan, maafkan aku bila aku salah mengajak dia....
Semoga dia sadar bahwa aku mengajaknya untuk kebaikan dan peningkatan potensinya, bukan untuk memanfaatkan powerku hingga aku dapat membuatnya tak ada di rumah selama satu malam....
Sekitar satu minggu yang lalu aku bersama kawan-kawanku diminta untuk mengisi sebuah acara di sebuah sekolah. Momentum ini ingin aku perkenalkan pada salah satu kaderku, sebagai sebuah wujud nyata dunia pendidikan dan pergerakan mahasiswa yang peduli terhadap perkembangan daya nalar siswa.
Maksud ini pun disambut baik oleh beliau, walaupun terjadi perubahan jadwal. Hingga akhirnya aku harus membuat orang tuanya mengizinkan beliau untuk dapat pulang malam atau menginap. Syukur alhamdulillah orang tuanya mengapresiasi baik, hingga izin pun saya dapatkan.
Dia datang bersama seseorang yang dikatakannya adalah kawannya, karena ini adalah kegiatan positif, mengapa aku harus melarangnya???
Sebuah kebanggaan tersendiri bagiku dapat mengajak seorang yang aku anggap bukan siapa-siapa lagi dalam hidupku, artinya dia bukanlah orang lain dalam hidupku. Sangat mudah mendapatkan kepercayan dariku, namun cukup sulit untuk mengembalikannya.
Malam itu memang suasana lumayan dingin, namun aku berusaha menunjukkan bahwa semangat dapat selalu menghangatkan suasana. Semakin larut semakin dingin, kawan-kawanku beranjak tidur.
Aku pun mengikuti itu. Namun sedetik sebelum aku mengejapkan mata "aku melihat dia berciuman".... WAW... kaget aku dibuatnya.......!!!!
Sekitar sepuluh orang ada di ruangan itu, dan mereka tetap berciuman..?????
Aku tetap diam, pura-pura tak tahu.... berharap mereka tahu situasi dan keadaan.
Pura-pura tidur pun aku lanjutkan. Namun kejadian itu membuatku tak bisa diam di tempat. aku pergi keluar, karena sudah pagi. Waktu itu sekitar pukul 4... aku bermain badminton dengan salah satu kawanku.
Usai itu, aku kebali ke ruangan..... AKU MELIHAT MEREKA BERPELUKAN SAMBIL (........), entahlah, aku tersentak... namun masih berpura-pura tak melihat itu semua.
Pukul 6 aku antar mereka pulang, aku kembalikan dia kepada orang tuanya.
"aku hanya dapat tersenyum sepanjang jalan, terbukti sendiri di depan mataku bahwa KRISIS MORAL DAN ETIKA memang benar-benar terjadi. Tidak memandang banyaknya orang, tidak melihat situasi keberadaan, mereka tetap bercinta"
Tuhan, maafkan aku bila aku salah mengajak dia....
Semoga dia sadar bahwa aku mengajaknya untuk kebaikan dan peningkatan potensinya, bukan untuk memanfaatkan powerku hingga aku dapat membuatnya tak ada di rumah selama satu malam....
kawanku gembel mahasiswa, kita memang kaum yang tidak mngutamakan penampilan dan gaya hidup. Akan tetapi MORAL DAN ETIKA tetap kita jaga. semoga kita semua dapat belajar dari cerita ini.
Jumat, 17 Agustus 2012
IMALA AKSI PENYADARAN DAN PENCERDASAN BANGSA
Sejumlah mahasiswa yang
tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) tampil sebagai satu-satunya
Organisasi Kepemudaan (OKP) yang hadir pada saat Upacara 17 Agustus di
Alun-alun kota Rangkasbitung. Sebuah fenomena mereka tunjukkan dalam upacara
tersebut. Bagaimana tidak, peserta upacara berpenampilan beda dari yang lain.
Berkaoskan hitam yang berisikan seruan moral tentang Pancasila, bercelanakan
levis, dan yang lebih uniknya lagi mereka tidak memakai alas kaki.
Sekertaris Umum IMALA, Deden
Awaludin mengemukakan bahwa tidak memakai alas kaki bukan berarti tidak
menghargai prosesi upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia,
namun kami mencoba untuk flashback. Bahwasanya
dahulu para pejuang pun tidak pernah mengeluh walaupun tidak memakai alas kaki
dalam usahanya untuk memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Sedangkan Berkaos hitam sebagai symbol
kesedihan kami. Kami turut berduka cita atas terjadinya kesalahan Bangsa yang
terus berlanjut sampai hari ini.
Selesai mengikuti prosesi
upacara, mereka membagikan pernyataan seruan moral tentang Bangsa Indonesia.
Tidak berhenti sampai disitu, mereka berjalan menuju gedung Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah Kabupaten Lebak. Suasana yang sepi tidak membuat mereka
mengurungkan niat untuk sekedar membaca puisi di dalam ruang rapat paripurna
itu. Bapak-bapak polisi yang mengawal kegiatan ini secara langsung menjadi
saksi bahwa hari itu IMALA tidak diam dan menggerutu saja di belakang.
Pembacaan puisi oleh saudara Majid berlangsung secara khidmat, usai membaca
puisi mereka langsung “balik kanan maju jalan” tanpa banyak bicara lagi.
Atas berkat rahmat Allah
yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, sejumlah mahasiswa
yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) mengambil sikap tegas atas
terjadinya akumulasi sejarah.
Pengakuan atas informasi
yang keliru yang kini banyak di konsumsi oleh hampir seluruh rakyat Indonesia
dengan menyatakan bahwa Hari Ulang Tahun Republik Indonesia diperingati pada
tanggal 17 Agustus bukan pada tanggal 18 Agustus.
“Mengikuti upacara hari
Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia adalah sebagai wujud manivestasi
organisasi mahasiswa (IMALA) dalam rangka mengajak semua elemen masyarakat agar
sadar akan kemerdekaan hidup dalam berbangsa dan bernegara. Pembacaan puisi
kemerdekaan bangsa Indonesia yang dilaksanakan seusai upacara di dalam gedung
paripurna DPRD, merupakan seruan moral, seruan kemerdekaan bagi semua insane di
tanah air pertiwi ini. Khususnya bagi mereka sebagai pemangku amanah, pemangku
kebijakan, dalam mensejahterakan kehidupann berbangsa, bernegara dan bertanah
air. Sekali merdeka tetap merdeka, juangmu ta’kan terhenti ta’kan mati”
demikian pernyataan yang dikemukakan oleh Ketua Umum IMALA, Ajat Sudrajat.
Kelumit antara bangsa dan
Negara sangat jarang disikapi dengan serius. “Proses penyadaran dan pencerdasan
bangsa sudah sejak lama kami lakukan, dengan membagikan statement atau
pernyataan dalam bentuk tulisan kepada siapapun yang kami jumpai. Hal ini
dilakukan atas dasar yang jelas dan dengan harapan seluruh elemen masyarakat
dapat mengetahui dan memahami bahwasanya ketika sejarah yang disampaikan tidak
sesuai dengan apa yang ada. Maka disintegrasi bangsa ada di depan mata sedang
melebarkan tangan hendak memeluk kita” begitu tegas koordinator lapangan yang
biasa akrab dipanggil Bang Feri Hermawan SE.
Sadar,
sabar, berani, berjuang ….
Salam: Za’far Shodiq
(Sekretaris PK. IMALA Setia Budhi)
Kamis, 16 Agustus 2012
Antara 28 Oktober 1928, 17 dan 18 Agustus 1945
Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Butuh
beberapa dekade bagi nusantara tercinta ini untuk menjadi sebuah Negara Kesatuan yang disatukan oleh
berbagai suku bangsa dan butuh proses yang panjang dalam menyatukan nusantara
menjadi sebuah Negara Kesatuan.
Beribu-ribu suku bangsa dalam nusantara ini berusaha berikrar dalam satu nama
dan dalam satu gerakan untuk melahirkan sebuah Negara Kesatuan.
28 oktober 1928,
dengan tekad bulat para pemuda di tanah Nusantara ini yang dinamakan INDONESIA melalui
Kongres Pemuda ke-2 akhirnya melahirkan sebuah Ikrar / Sumpah Pemuda yang
berbunyi:
Kami
poetra dan poetri Indonesia bersoempah:
- Bertoempah darah yang satoe, tanah air
Indonesia
- Berbangsa
yang satoe, bangsa Indonesia
- Berbahasa yang satoe, bahasa Indonesia
Dalam
ikrar SUMPAH PEMUDA itu sudah terlihat dengan jelas bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 adalah hari lahirnya Bangsa
Indonesia. Gereget pemuda-pemudi akan kerinduannya pada kemerdekaan Bangsa
Indonesia sudah terbukti dengan gerakannya yang melahirkan SUMPAH PEMUDA yang
sekaligus menjadi bukti bahwa cita-cita untuk mempersatukan ribuan pulau-pulau
hingga menjadi INDONESIA bukanlah angan belaka.
17 Agustus 1945,
barometer pergerakan pemuda lagi-lagi berlanjut demi mewujudkan cita-cita
dengan diproklamasikannya kemerdekaan
Bangsa Indonesia oleh sang proklamator Indonesia, yaitu Bung Karno.
18 Agustus 1945, merupakan
moment berdirinya Negara Indonesia
dengan disahkannya Konstitusi UUD 1945. Sesuai dengan konstitusi UUD 1945 Pasal
1 ayat 1 yang berbunyi “Negara Indonesia ialah Negara kesatuan yang berbentuk
republik”. Inilah yang menjadi dasar hukum terbentuknya Negara, maka seharusnya ulang tahun Republik Indonesia
itu diperingati pada tanggal 18 Agustus, bukan pada tanggal 17 Agustus.
Tiga titik tanggal
(28 Oktober 1928, 17 dan 18 Agustus 1945) merupakan titik konvergitas
Indonesia, yaitu dapat mewakili seluruh
kejadian di Indonesia. Dalam hal ini Ikatan
Mahasiswa Lebak (IMALA) menekankan kepada seluruh rakyat Indonesia
khususnya rakyat kabupaten Lebak bahwa selama
ini telah terjadi akumulasi sejarah Indonesia. Selama ini banyak yang
menganggap bahwa Hari Ulang Tahun Republik Indonesia atau yang lebih akrab
dikenal dengan singkatan HUT RI itu diperingati pada tanggal 17 Agustus, sedangkan
tanggal 18 Agustus seolah ditiadakan.
Peringatan pada tanggal 17 Agustus
sebenarnya adalah peringatan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia (PKBI).
Adapun HUT RI itu sendiri seharusnya diperingati pada tanggal 18 Agustus,
sesuai dengan yang telah termaktub dalam sejarah Indonesia.
Penyadaran dan pencerdasan Bangsa
harus disegerakan. JAS MERAH….!!!
Sadar, Sabar, Berani, Berjuang…
catatan: statement ini juga dipublikasikan pada AKSI kawan-kawan Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) pada 17 Agustus 2012
Rabu, 25 Juli 2012
AKU KECEWA
Pikiran yang pendek
dari banyak otak yang tergeletak
Saat itu bukan hanya
pahit yang kurasakan
Namun sakit dan
kecewa yang teramat sangat
Hingga mungkin
menjadi suatu keajaiban bila ku dapat maafkan mereka
Mereka membuat aku
malu didepan keluargaku
Mereka hilangkan
percayaku…
Bukan hanya itu,
Kurasa lebih berat
tanggungan yang mereka tinggalkan
Hanya mulut yang
berbusa-busa tanpa batas kata
Sungguh merepotkan
aku
Otak mereka memang
banyak yang berjiwa penguasa
Bila saja aku dapat
seperti mereka
Mungkin aku akan
banyak teman para pembual
Sungguh menggelitik……
Pergerakan yang
sesatkan pengikutnya
Haaahaaaaahaaaahaaaahaaaa……..!!!!!!!!!!!!!!
Kamis, 28 Juni 2012
Malu Aku Pada Kaderku "PMII"
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Dahulu pernah terucap sebuah janji, bahwa
bersama-sama kita akan memberantas kebodohan dan kemalasan dengan cara sering
mengadakan kajian-kajian. Banyak dari mereka yang berkuasa mengatakan bualan
tanpa tindakan. Setiap kejadian sudah tentu memiliki hikmah tersendiri. Aku
sendiri menganggap bahwa mereka tidak pernah bermaksud untuk mengumbar janji
saja. Hanya ternyata fakta berkata lain.
Para aktivis muda yang tergabung dalam Pengurus
Rayon Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(PR. PMII FKIP Setia Budhi) khususnya angkatan MAPABA tahun 2011. Merindukan
dan menagih pergerakan kepada para pendahulunya.
Sebut saja Sirojudin, Ririn, Yudi dan Roni ingin
sekali menggali ilmu tentang administrasi di PMII. Dari mulai surat menyurat
sampai pembuatan proposal. Nurani pergerakkanku terenyuh, haru dan malu ketika
Sirojudin sms “kang sini kajian...”
Walau hanya dihadiri Sirojudin, Roni, Ririn, Rini,
Dede Rahmatullah, Choirul Anam, dan saya, kajian syukur alhamdulillah berjalan.
Walau tidak banyak yang dibahas, sahabat-sahabat hanya sempat mengkaji sedikit
tentang surat-menyurat. Rayon PMII FKIP Setia Budhi tetap semangat.
Namun ada salah satu kader bernama Ririn, merasa
kesal dan jemu, karena sudah menunggu terlalu lama. Di luar itu, aku masih
melihat sinar pergerakkan dari mata sahabat-sahabatku itu. Kajian yang
berlangsung kurang lebih hanya 90 menit setidaknya meninggalkan bekas ilmu yang
semoga bermanfaat.
Ada pekerjaan rumah yang Sekretaris Umum
Komisariat PMII Setia Budhi berikan kepada peserta kajian yaitu:
Membuat Kembali Surat tentang kegiatan yang sudah
diberikan kepada mereka; dan
Membuat DESKRIPSI tentang kegiatan yang sudah
diberikan, serta hasilnya diterbitkan ke GRUP facebook PK. PMII SETIA BUDHI.
Satu kesimpulan yang aku raih dari kajian pada
Rabu, 27 Juni 2012 kemarin, yaitu : “Bahwa mencari jarum di tumpukkan jerami
itu tidaklah sulit”.
“Berjuanglah PMII berjuang, marilah kita bina
persatuan.....”
Wallahul muafieq illa akwamithorieq
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Langganan:
Postingan (Atom)